Metode Pengobatan Menurut Rasulullah SAW

Teori Pengobatan dan Penyembuhan Nabi Muhammad SAW

A. Kajian Pengobatan Ala Rasulullah SAW

Rasulullah saw. suri tauladan seluruh aspek kehidupan mausia, termasuk dalam memelihara kesehatan, dan mengoabati penyakit. Allah swt. Berfirman, “ Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al-Azhab:21)

Dalam era teknologi yang semakin canggih ini, ilmu pengobatan kian makin maju pesat. Tetapi masih saja dijumpai orang yang menderita sakit, bahkan jumlah penyakit semakin banyak. Inilah ketentuan Allah yang berlaku, dan tidak sesuatu pun yang mengubahnya.

Ibnu Sina mengemukakan bahwa pengobatan dibagi menjadi dua jenis, yaitu teori dan praktik. Pengobatan secara teoritis adalah  bagian pengobatan yang hanya memberikan penjelasan dari segi ilmu-ilmu tentang pendapat berbagai ilmuwan tanpa langsung memberi pengaruh dalam bidang praktis. Sedangkan pengobatan secara praktik adalah pengobatan yang berhubungan dengan ilmu cara melakukan suatu tindakan pengobatann dan perawatan.

Jenis pengobatan secara praktik dibagi menjadi dua:

  • Ilmu kesehatan, yakni cara mempertahankan kesehatan atau menjaga tubuh selalu tetap sehat.
  • Ilmu perawatan, yakni mengenai bagaimana mengembalikan kondisi tubuh dari keadaan sakit ke kondisi sehat.
  1. B. Konsep Pengobatan

Dalam Sahih Al-Bukhari diriwayatkan dari Said bin Jubair, dari Ibnu Abbas, dari Nabi saw.,

Kesembuhan itu ada tiga, dengan meminumkan madu (bisyurbata ‘asala), sayatan pisau bekam (syurtotha mihjan), dan dengan besi panas (kayta naar) dan aku melarang umatku melakukan pengobatan dengan besi panas.”

“Gunakanlah dua penyembuh; al-Qur’an dan madu” (HR. Ath-thabrani dari abu hurairah)

Masih banyak dalil sahih yang menjelaskan pengobatan Nabawi (pengobatan ala Nabi). Tetapi dari cuplikan dua hadis tersebut dapat diketahui bahwa pengobatan yang dianjurkan oleh Rasulullah saw. Adalah al-Qur’an, madu, dan bekam (sayatan pisau/bekam). Akan tetapi Rasulullah melarang dengan menggunaka besi panas.

  • Mengobati penyakit dengan al-Qur’an

Menurut Imam Ibnul Qayyim al Jauziyah dalam kitabnya at Thibun Nabawy bahwa penyakit itu digolongkan dua jenis, yakni penyakit batin dan penyakit lahir (fisik).  Penyakit batin adalah penyakit yang berkaitan dengan jauhnya batin (hati) seseorang dari Allah swt. Penyakit ini menyerang unsur ruh manusia; seperti kesurupan. Pengobatan penyakit ini adalah dengan al-Qur’an (ibadah, doa, ruqyah, syar’iyah. Sedangkan yang kedua, adalah penyakit lahir (fisik). Penyakit ini obatnya adalah dengan obat-obatan yang sesuai dengan al-Qur’an.

  • Mengobati dengan Madu

Allah swt. Berfirman, “Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya. Di dalamnya terdapat obat yang dapat menyembuhkan bagi manusia. “ (QS. An-Nahl (16):69).

Mengobati dengan MaduMadu merupakan makanan sekaligus obat yang disebutkan oleh Allah swt. dalam al-Qur’an. Oleh karena itu, Rasulullah saw. Menyukai madu sebagai makanan atau sebagai penyembuh penyakit. Bahkan, beliau suka meminum madu di pagi hari dengan dicampur air dingin untuk menjaga atau menobati penyakit usus. 

  • Pengobatan dengan bekam

Bekam nama lainnya adalah hijamah.

  1. C. Prinsip-Prinsip Pengobatan
  • Meyakin bahwa Allah swt yang menyembuhkan segala penyakit
  • Menggunakan obat yang halal dan baik
  • Tidak menimbulkan mudharat
  • Pengobatan tidak menimbulkan TBC (tahayul, bid’ah dan churafat)
  • Selalu ikhtiar dan tawakal

Att-Tibb-an Nabawi (Pengobatan Ala Nabi Muhammad SAW)

Ibnu Qayyim mengatakan bahwa pengobatan ala Nabi Muhammad bersifat pasti, bernuansa ilahiah, berasal dari misykat nubuwah dan wahyu Allah swt serta kesempurnaan akal. Pengobatan selain berasal dari petunjuk Nabi Muhammad saw. Bersifat menduga-duga dan eksperimen.

Pengobatan ala Nabi hanya dapat dilakukan oleg orang-orang yang badannya bersih. Sebagaimana penyembuhan al-Qur’an hanya sesuai untuk jiwa-jiwa yang bersih dan hidup. Manusia yang berpaling dari pengobatan ala Nabi sama saja ia berpaling dari pengobatan ala al-Qur’an yang merupakan pengobatan yang sangat bermanfaat.

Ibnu Qayyim mengatakan, “jenis obat-obatan yang dapat menyembuhkan penyakit, yang tidak dikejar oleh ilmu analisis dan eksperimen adalah jenis obat hati, ruhani, kekuatan hati, penyandaran kepada Allah, kembali dan tawakal kepada-Nya, sedekah taubat,doa , istighfar, berbuat baik kepada makhluk, membantu orang yang kekurangan, den menghilangkan kesusahan orang lain.”

Nabi Muhammad saw. Telah menjelasakan dan memberi contoh kepada manusia cara-cara yang digunakan dalam pengobatan dengan seizin Allah. Cara yang beliau ajarkan mengandung fadilah dan hikmah yang ditemukan dalam metode pengobatan yang lain maupun ahli pengoatan yang lain.

Cara-Cara Rasulullah saw. Melakukan Pengobatan

Rasulullah telah menganjurkan bagi orang yang menderita penyakit supaya berobat dengan obat-obat alam, obat-obat Ilahiah, kombinasi diantara kedua cara di atas dan bekam.

Ibnu Qayyim berkata, “Perhatian Nabi  Muhammad saw. Yang paling besar adalah mengobati hati dan memberi petunjuk, sehingga mencapai puncak yang diinginkan, yaitu surga. Beliau juga memberikan arahan agar menjaga badan.”

Seterusnya Ibnul Qayyim mengemukakan, “Nabi Muhammad saw. memperingatkan kepada kita memperbaiki badan tanpa memperbaiki hati tidak akan memberi manfaat.”

1. Berobat Ketika Terkena Racun

Jabir mengisahkan, suatu hari ada seorang wanita Yahudi dari penduduk Khaibar memasukan racun ke dalam daging domba panggang. Rasulullah saw. Pun mengambil bagian kaki dan memakannya sebagian. Beberapa sahabat ikut memakannya. Namun tidak lama kemudian Rasulullah saw bersabda, “Lepaskan tangan kalian!”

Rasulullah saw. segera megirim utusan untuk mengambil wanita Yahudi itu. Rasulullah bersabda, “Rupanya kamu telah mercuni domba ini.”

Lantas wanita Yahudi itu bertanya, “siapa yang memberitahumu?”

Beliau menjawab, “ Bagian kaki domba inilah yang memberitahukan kepadaku.”

Selajutnya wania Yahudi itu berujar,” Memang aku telah meracuninya. Dalam hatiku berkata, kalau Nabi Muhammad itu seorang Nabi, maka racun itu tidak akan membahayakan dirinya. Akan tetapi jika ia tidak seorang nabi, maka kami dapat merasa tenang.”

Rasulullah saw. Memaafkan wanita Yahudi itu dan tidak memberikan hukuman kepadanya. Akan tetapi beberapa sahabat yang terlanjur memakan daging tersebut ada yang meniggal. Oleh karena itu Rasulullah pun ikut memakan daging tersebut, Rasulullah saw. segera melakukan pengobatan dengan bekam pada bagian pundaknya. Orang yang mengobati beliau adalah Abu Hindun, seorang budak milik Bani Bayadhah dari kalangan Anshar, dengan menggunakan tulang tanduk dan mata pisau.

Racun dapat diobati dengan cara mengeluarkannya menggunakan penangkal yang tepat untuk menetralkan efeknya. Jika tidak ada obat atau penangkalnya harus dikeluarkan racun secara menyeluruh dengan memuntahkan isi perutnya. Namun metode yang paling baik untuk menghilangkan racun adalah bekam terutama bagi yang tinggal di daerah panas atau beriklim panas.

Contoh bekam dengan menggunakan tulang tanduk

Bekam yang sudah Modern

Video Bekam

2. Berobat dengan Air

Sebelum meninggal Rasulullah saw. Mengalami demam terus menerus. Rasulullah saw. Menggunakan air untuk menyembuhkannya.

Terdapat pula  kisah dalam riwayat Abu Nu’ai , dari hadis Anas dan memarfu’kannya, “jika salah seorang diantara kalian terken a demam, maka hendaklah ia diguyur air dingin selama tiga hari pada waktu sahur.”

  • Berobat dengan air Putih

    3. Berobat dengan Abu Hangat

    Sahl as-Sa’idi mengisahkan tentang pengobatan dengan abu hangat. Ia mengisahkan bahwa ketika Rasulullah saw terluka pada bagian kepala, wajah beliau berdarah dan gigi beliau patah. Ali mengambbil air dengan perisai. Lalu Fatimah datang membersihkan darah di wajah beliau dengan air. Akan tetapi darah semakin deras mengucur.

    “Berobatlah kalian wahai hamba-hamba Allah swt, karena Allah swt tidak menciptakan penyakit melainkan juga menciptakan obat-nya, kecuali satu penyakit yang tidak ada obatnya yaitu penyakit tua (pikun).” (HR. Abu-Daud).

    Berdasarkan sabda Rasulullah dan Sunahnya, apabila sedang sakit wajib berobat. Disamping itu juga harus bersabar, karena orang yang sakit dan bersabar adalah surga, sebagaimana hadis tentang wanita yang mengadukan sakitnya kepada Nabi Muhammad saw. Yang kemudian dia ridha dan bersabar sehingga berhak memperoleh surga.

    Penyakit itu ada dua, yaitu penyakit hati dan penyakit badan. Adapun obat yang menjadi perantara sebagai penyembuh hanya dari Allah swt. 

    Penyembuhan Penyakit Badan dan Pembagiannya

    a. Penyakit al-Imtila’iyah (obesiti)

    Penyakit al-Imtila’iyah dapat berupa penyakit yang berupa dengan darah, empedu, dahak atau lender, atau gejala-gejala yang menunjukan melakoli. Pengobatan penyakit yang berhubungsn dengan darah adalah dengan mengeluarkan darah. Untuk tiga penyakit lainnya, penyembuhan dengan memberikan obat pembersih yang ramuannya sesuai dengan jenis penyakitnya.

    Cara-cara yang dilakukan Nabi ini memanfaatkan penggunaan madu untuk membersihkan dan bekam untuk mengelurkan darah. Jika semua obat tidak dapat menyembuhkan, maka pengobatan terakhir yang dignakan adalah sundutan api yang hukumnya makruh.

    b. Penyakit al-Mizajiyah (Temperamental)

    Penyakit al-Mizajiyah ini bersifat material ( berupa panas, lembab, dingin, kering atau gabunga semuanya) dan juga dapat berupa immaterial. Dari keempa keadaan tersebu terdapat dua keadaan yang bersifat mempengaruhi, yaitu panas dan dingin. Sedangkan dua yang lainnya dipengaruhi oleh keadaan lembab dan kering.

    Jika penyakitnya panas cara pengobatannya adalah dengan mengeluarkan darah, seperti bekam. Jika sifat penyakitnya dingin, maka cara pengobatannya adalah dengan penghangatan yang unsurnya terkandung didalam madu.

    2. Penyembuhan Sihir

    Menurut Ibnu Al-Qayyim, sihir merupakan rangkaian dari pengaruh berbagai roh jahat dan pengaruh kekuatan roh jahat. Sihir merupakan persekongkolan tukang sihir dan syaitan. Caranya, tukang sihir melkukan sebagian dari hal-hal yang diharamkan atau berupa perbuatan syirik sebgai transaksi agar syaitan mau membantu dan tunduk untuk menuruti segala perintahnya.

    Supaya tidak terken serangan sihir, ada beberapa cara yang dapat dilakukan, yaitu:

    • Memakan tujuh butir buah kurma. Yang palin bagus adalah kurma Madinah.
    • Berwudhu
    • Shalat secara berjamaah
    • Shalat Malam. Misalnya Tahajud
    • Membaca Ta’awudz atau membaca do’a saat masuk kamar mandi atau Wc
    • Membaca do’a perbentengan diri dari syaitan saat berjimak
    • Membaca ayat kursi
    • Mengucapkan dzikir setelah shalat subuh
    • Mengucapakan do’a saat keluar dari rumah
    • Mengucapkan dzikir yag khusus dibaca pagi hari dan petang, berdoa sat masuk masjid dan saat keluar masjid
    1. 3. Penyakit yang Tidak Dapat Disembuhkan

    Rasulullah saw. pernah bersabda, “Dalam habbatus saua’ terkandung penyembuhan untuk segala penyakit, kecuali kematian.”

    Ibnu Hajar al-Askolani berkata, “ Di sini Nabi Muhammad saw. Membuat pengecualian pada kematian dan penyakit tua, karena penyakit tua mirip dengan kematian. Keadaan kesehatan oran yang sudah ta tidak lagi fit, akan tetapi menurun sangat drastis.

    Mencegah Penyebaran Penyakit Menular

    Agam Islam sangat memerhatika bagaimana cara manusia menjaga dari ancaman bahaya. Oleh karena itu, ada beberapa petunjuk tindakan preventif untuk menghadapi hal-hal yang dapat menyebabkan penyakit dan mudah berjangkit di kalangan manusia, antara lain:

    1. 1. Menjaga Kebersihan Lingkungan
      1. Menjaga Kebersihan tempat dan Pekarangan
      2. Menjaga kebersiha jalan dan tempat-tempat berkumpul
    2. 2. Menjaga Makanan, Air, dan Udara dari Pencemaran
      1. Menjaga makanan dari pencemaran
      2. Menjaga Udara dari pencemaran
      3. Menjaga Air dari pencemaran dan kontminasi

    Sumber: Muhadi, S.Pd.I & Muadzin, M. Pd.I, Semua Penyakit Ada Obatnya.

    2 responses to “Metode Pengobatan Menurut Rasulullah SAW

    1. dudu link k upa juga yaaa, trus klik trus bntang nya smpe pnuh okee, jgn lupa komen jg :p

    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s